Tol Waru Juanda Diprotes Lagi

Jumat, 07 Sept 2007,
SURABAYA - Pembangunan tol Waru Juanda terus mendapat penolakan dari warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi pembangunan. Mereka bergantian mengadakan unjuk rasa mempermasalahakan pembangunan tol tersebut.
Kemarin giliran warga RT 6/RW 03, kelurahan Siwalankerto yang melakukan aksi. Sekitar 100 orang warga berdemo di depan Gedung DPRD Jatim untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Setelah melakukan orasi beberapa lama, sebanyak sepuluh perwakilan warga diterima oleh anggota Komisi E, Rivo Henardus. Di depan Rivo mereka menyampaikan uneg-unegnya terkait masalah pembangunan tol tersebut.
Koordinator warga Nanang Kris menyatakan bahwa kedatangan mereka disebabkan karena tidak konsistennya PT CMS (Citra Marga Surabaya, investor tol) dalam memenuhi kompensasi amdal yang dijanjikan. "Kami tidak pernah diperlakukan adil. Hingga saat ini kami belum menerima uang kompensasi yang telah disepakati," katanya.
Uang kompensasi yang diminta warga adalah kompensasi atas debu, asap, dan kebisingan yang dirasakan warga selama proyek berlangsung. "Terus terang kami terganggu selama pengerjaan proyek. Debu, Asap, dan Bising juga dapat menyebabkan penyakit," tegasnya.
Besaran kompensasi yang dijanjikan berbeda-beda, tergantung jarak bangunan dengan lokasi proyek. Rp 350 ribu untuk bangunan yang berjarak 50 meter dari proyek, Rp 250 ribu untuk bangunan yang berjarak 75 meter, Rp 150 ribu untuk bangunan yang berjarak 100 meter dan Rp 100 ribu untuk bangunan yang berjarak lebih dari 100 meter.
Rivo Henardus menyatakan bahwa dirinya akan meneruskan permintaan warga untuk duduk bersama dengan wakil rakyat dan investor dan menyelesaikan masalah kompensasi tersebut kepada pimpinan dewan. "Ini harus diselesaikan sesegera mungkin, agar tidak ada yang dirugikan," katanya.
Sementara itu, dihubungi terpisah, Pimpro proyek tol Budi Tomo menyatakan bahwa pihaknya telah membayar seluruh kompensasi yang dijanjikan. Lantas mengapa masih ada yang protes? Menurut Budi kemungkinan warga yang berunjuk rasa tersebut adalah warga yang baru pindah ke lokasi itu dan belum mendapatkan uang tersebut. "Mungkin mereka warga baru. Kami sudah membayar semuanya," ujarnya. (cie)
teks foto: Simpang Waru-Juanda

0 komentar:
Posting Komentar