Selasa, 20 Januari 2009

Jamkesda Tunggu Gubernur Baru

Thursday, 28 August 2008
Surabaya,(APIndonesia.Com).Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) akan diberlakukan pada 1 Septermber mendatang. Namun, pemberlakukan Jamkesmas tidak dibarengi dengan program pemprop Jatim, yakni Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
Padahal, Jamkesda merupakan program layanan kesehatan pasien miskin yang tidak tercover (tidak masuk dalam kuota) jamkesmas. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rivo Henardus menyayangkannya. Seharusnya, Jamkesda bisa diberlakukan bertepatan dengan pemberlakuanJjamkesmas. Sehingga pasien miskin yang tidak tercover Jamkesmas, bisa tetap berobat dan ditanggung Jamkesda.
''Mestinya Jamkesda mengikuti Jamkesmas pada 1 September nanti. Apalagi perdanya sudah disahkan. Supaya tidak kehilangan momentumnya,'' kata Rivo Henardus, Kamis (28/8).
Rivo memperkirakan, Jamkesda baru bisa diberlakukan setelah gubernur baru terpilih. Lagipula, peraturan gubernurnya juga belum dibuat. Selain itu, instrumen pendukung juga belum ditetapkan. Seperti petunjuk teknis pelaksanaannya, belum ada pembahasan dengan kabupaten/kota mengenai sharing anggaran, serta kepastian data yang digunakan.
''Kami sangat berharap, dalam waktu dekat ini, Jamkesda sudah dilaunching. Atau kalau menunggu gubernur baru, akhir 2008 ini lah segera diberlakukan. Kami mendesak pemprop segera membuat instrumen pendukungnya dan segera memberlakukan jamkesda,'' urainya.
Namun demikian, Rivo menegaskan, meski Jamkesda belum diberlakukan, rumah sakit milik pemprop tidak boleh menolak pasien miskin yang tidak tercover Jamkesmas. RS diminta untuk tetap melayaninya dengan dana talangan.
''RS milik pemprop sudah ada yang menerapkan BLU (Badan Layanan Umum), mengelola keuangannya sendiri. Jadi pasien miskin yang tidak tercover Jamkesmas dibiayi dulu oleh RS, nanti diganti setelah Jamkesda diberlakukan,'' jelasnya. (edo)

KETERANGAN FOTO: Kapan yang seperti ini bisa menikmati kemakmuran negeri ini, makan mudah dan kesehatan gratis.

0 komentar: