Selasa, 20 Januari 2009

Maksimalkan Program Pengetasan Kemiskinan


SURABAYA: Komisi E DPRD Jawa Timur akan mendesak pemerintah pusat agar pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di provinsi itu pada 2008 dapat melibatkan pihak Jatim untuk terlibat khususnya dalam sharing pembiayaan menyusul masih tingginya angka kemiskinan di provinsi itu.
Bahkan, berdasarkan survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, jumlah angka kemiskinan di Jatim hingga Maret 2007 mengalami penurunan 1% bila dibandingkan pada periode yang sama pada tahun lalu.
Anggota Komisi E DPRD Jatim Rivo Hernandus mengatakan pihaknya akan mendesak otoritas pengelola PKH agar Pemprov Jatim pada pelaksanaan program pengentasan kemiskinan berbasis keluarga itu dapat dilibatkan secara aktif, tidak hanya menjadi fasilitator saja seperti pelaksanaa pada 2007.
Dia menegaskan Jatim merupakan satu dari tujuh provinsi lainnya di Indonesia yang menjadi lokasi pelaksanaan program PKH, bahkan pada pelaksanaan 2007 menjadi yang terbanyak jumlah rumah tangga miskin (RTM)-nya yang ikut PKH.
"Pada 2007 ini setidaknya ada sekitar 233.000 RTM di Jatim yang tersebar di 21 kabupaten dan kota menerima bantuan PKH, jumlah RTM itu akan diadvokasi oleh sekitar 793 orang tenaga penamping. Harapannya pada 2008, Jatim bias terlibat dalam sharing pembiayaan PKH yang diambilkan dari P-APBD 2008," kata Rivo kepada pers, akhir pekan lalu.
Dia tidak menargetkan secara konkrit besaran sharing dana P-APBD 2008 yang akan digelontorkan pada PKH, namun dipastikan jumlahnya tidak sedikit agar dapat efektif dalam menurunkan angka kemiskinan di Jatim. (BISNIS/k21)

0 komentar: