Peduli Seni dan Budaya
Hariyanto, Duta Penari Jatim 2008
Dua puluh empat finalis, Jumat (21/11) tadi malam, berebut menjadi Duta Penari Jawa Timur 2008. Final itu disiarkan langsung JTV mulai pukul 19.30, dan dihadiri para insan tari dari berbagai kabupaten/kota se-Jatim.
NOFILAWATI ANISA
nofilawatianisa@yahoo.co.id
SURABAYA-Sebelum penentuan 10 besar, semua finalis diundang ke panggung. Mereka wajib menunjukkan kepiawaiannya di depan lima juri. Tak tanggung-tanggung, para juri yang diundang adalah pakar tari nasional maupun budayawan. Ada Eko Suprianto dari ISI Surakarta yang pernah menjadi penari latar Madonna. Ada juga Ahmad Fauzi (ketua Dewan Kesenian Jatim), Rivo Henardus (anggota DPRD Jatim), dan Ayu Sutarto (tokoh budaya Jember). Putri Indonesia 2007, Putri Raemawasti, didapuk pula menjadi salah satu juri.
Dari 10 besar, akhirnya dipilih lima terbaik; Luluk Krisnatul Hidayah mewakili Ponorogo, Fitri Wulansari (Kabupaten Mojokerto), Ayu Titis Rukmanasari (Tuban), Ismiati Chasanah (Sidoarjo), serta satu-satunya pria, Mohammad Hariyanto, wakil Pamekasan yang akhirnya menjadi jawara pertama.
Nuansa persaingan untuk menjadi yang terbaik sudah terjadi sejak final digelar. Ke-24 finalis tampil luwes dengan tarian masing-masing ketika harus merebut tiket sepuluh besar. Penari pun makin tegang ketika host membacakan lima finalis terbaik. Pungki Waluyo, penari yang gagal masuk lima besar, mengaku berbesar hati. Menurut wakil Kota Malang itu, 24 finalis sudah tampil sangat maksimal dengan kepiawaiannya masing-masing. Tapi, tetap saja para juri harus memilih lima orang. ’’Kalau kita tersisih, mungkin memang belum waktunya,’’ kata cowok kelahiran Surabaya, 24 Mei 1986, itu.
Sementara itu, Fitri Wulansari yang lolos lima besar mengaku bangga. Senada dengan finalis lainnya, saat final, menurut dia, setiap finalis sudah tampil maksimal. ’’Tapi, tetap saja juri harus memilih satu penari sebagai duta,’’ ungkapnya. Fitri kebagian menarikan Mayang Rontek sebagai tarian wajib, serta Topeng Ratih sebagai tari pilihan. ’’Saya tidak tahu harus menarikan apa malam ini, karena tari pilihannya dibuat acak,” ujarnya.
Setiap finalis memang mendapatkan tarian yang berbeda, baik tarian wajib maupun pilihan.
Untuk tari pilihan, setiap finalis juga belum tentu menarikan tarian daerah asalnya. Sebagai contoh, Yuanita Lina Evarudini yang menjadi wakil Nganjuk, ia harus menarikan Jejer Banyuwangi untuk tari pilihan.
’’Kami memang ingin mencari seorang penari yang mampu menjadi duta sesungguhnya. Otomatis mereka harus tahu dan bisa menarikan semua jenis tarian asal Jatim,” kata Sunarmaji, ketua panitia Pemilihan Duta Penari Jawa Timur 2008. Kepala Dinas Pariwisata Jatim, Harun, dalam sambutannya mengatakan,
Pemilihan Duta Penari Jatim 2008 ini sebagai program mendorong dan mengenalkan pada generasi muda mengenai seni budaya, terutama tari. Dan nantinya, duta penari Jawa Timur harus bisa ikut mempromosikan wisata melalui keahliannya. ’’Bahkan tari juga harus bisa dikemas menjadi salah satu daya tarik wisata Jatim,’’ tegas mantan Ketua Umum Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jatim tersebut. (*)
Radar Surabaya, 22 November 2008
NOFILAWATI ANISA
nofilawatianisa@yahoo.co.id
SURABAYA-Sebelum penentuan 10 besar, semua finalis diundang ke panggung. Mereka wajib menunjukkan kepiawaiannya di depan lima juri. Tak tanggung-tanggung, para juri yang diundang adalah pakar tari nasional maupun budayawan. Ada Eko Suprianto dari ISI Surakarta yang pernah menjadi penari latar Madonna. Ada juga Ahmad Fauzi (ketua Dewan Kesenian Jatim), Rivo Henardus (anggota DPRD Jatim), dan Ayu Sutarto (tokoh budaya Jember). Putri Indonesia 2007, Putri Raemawasti, didapuk pula menjadi salah satu juri.
Dari 10 besar, akhirnya dipilih lima terbaik; Luluk Krisnatul Hidayah mewakili Ponorogo, Fitri Wulansari (Kabupaten Mojokerto), Ayu Titis Rukmanasari (Tuban), Ismiati Chasanah (Sidoarjo), serta satu-satunya pria, Mohammad Hariyanto, wakil Pamekasan yang akhirnya menjadi jawara pertama.
Nuansa persaingan untuk menjadi yang terbaik sudah terjadi sejak final digelar. Ke-24 finalis tampil luwes dengan tarian masing-masing ketika harus merebut tiket sepuluh besar. Penari pun makin tegang ketika host membacakan lima finalis terbaik. Pungki Waluyo, penari yang gagal masuk lima besar, mengaku berbesar hati. Menurut wakil Kota Malang itu, 24 finalis sudah tampil sangat maksimal dengan kepiawaiannya masing-masing. Tapi, tetap saja para juri harus memilih lima orang. ’’Kalau kita tersisih, mungkin memang belum waktunya,’’ kata cowok kelahiran Surabaya, 24 Mei 1986, itu.
Sementara itu, Fitri Wulansari yang lolos lima besar mengaku bangga. Senada dengan finalis lainnya, saat final, menurut dia, setiap finalis sudah tampil maksimal. ’’Tapi, tetap saja juri harus memilih satu penari sebagai duta,’’ ungkapnya. Fitri kebagian menarikan Mayang Rontek sebagai tarian wajib, serta Topeng Ratih sebagai tari pilihan. ’’Saya tidak tahu harus menarikan apa malam ini, karena tari pilihannya dibuat acak,” ujarnya.
Setiap finalis memang mendapatkan tarian yang berbeda, baik tarian wajib maupun pilihan.
Untuk tari pilihan, setiap finalis juga belum tentu menarikan tarian daerah asalnya. Sebagai contoh, Yuanita Lina Evarudini yang menjadi wakil Nganjuk, ia harus menarikan Jejer Banyuwangi untuk tari pilihan.
’’Kami memang ingin mencari seorang penari yang mampu menjadi duta sesungguhnya. Otomatis mereka harus tahu dan bisa menarikan semua jenis tarian asal Jatim,” kata Sunarmaji, ketua panitia Pemilihan Duta Penari Jawa Timur 2008. Kepala Dinas Pariwisata Jatim, Harun, dalam sambutannya mengatakan,
Pemilihan Duta Penari Jatim 2008 ini sebagai program mendorong dan mengenalkan pada generasi muda mengenai seni budaya, terutama tari. Dan nantinya, duta penari Jawa Timur harus bisa ikut mempromosikan wisata melalui keahliannya. ’’Bahkan tari juga harus bisa dikemas menjadi salah satu daya tarik wisata Jatim,’’ tegas mantan Ketua Umum Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jatim tersebut. (*)
Radar Surabaya, 22 November 2008
TAMPIL BERSAMA: Seluruh finalis tampil maksimal dalam malam final Pemilihan Duta Penari Jawa Timur 2008 yang digelar di Gedung DBL, tadi malam. AGUNG RAHMADIANSYAH/RADAR SURABAYA


0 komentar:
Posting Komentar