Berpolitik itu Bak Bermain Seni
Bagi Rivo Henardus, menjadi seorang politisi, awalnya tak pernah terbayangkan akan menjadi profesinya. Sebab, sejak dia masih duduk di bangku SMA, dia bercita-cita ingin berprofesi sebagai praktisi hukum (konsultan). Dan itu dibuktikannya dengan mengambil kuliah S1 dan S2 di bidang hukum Universitas Surabaya (Ubaya).
''Ya..dulu memang ndak pernah membayangkan terjun di dunia politik. Terus, awalnya saya coba-coba. Eh.., ternyata dunia politik itu ya..ndak terlalu beda jauh dengan profesi praktisi hukum," tutur putra sulung dari dua bersaudara pasangan Kolonel Laut (Purn) Victor Surupandy-Worokusnainy ini.
Sebelumnya, cowok yang sedang mencari istri ini, sempat menganggap bahwa politik itu identik dengan hal-hal yang busuk dan kotor. Namun, ketika terjun langsung, ternyata dia melihat bahwa sebenarnya politik itu sebuah seni yang menyenangkan. Jika personal orang yang berpolitik punya niat dan pesan yang bagus, maka politik bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat luas.
Kini, untuk menunjang profesinya sebagai politisi muda, Rivo pun tak segan terus menambah wawasannya. Selain melahap berbagai buku-buku sejarah Indonesia, dia pun rajin membaca berbagai buku sejarah dunia untuk banyak belajar bidang politik. Tak hanya itu saja, sebagai kawula muda dia pun rajin mencari informasi perkembangan politik dunia baik melalui buku-buku terbaru mau pun website.
Dia juga punya anggapan, untuk menjadi politisi yang baik -terutama yang sudah menjadi anggota dewan, maka seharusnya jangan bekerja di akhir tahun jabatannya. Sebab, sudah menjadi rahasia umum, ketika bekerja di akhir tahun, maka ujung-ujungnya adalah ingin menggolkan diri menjadi anggota dewan pada pemilu berikutnya.
''Masyarakat itu sudah mblenek (bosan, red) dengan cara-cara seperti itu. Lebih baik kita bekerja dari awal, sehingga masyarakat bisa menilai kinerja kita itu seperti apa," kata Rivo yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Jatim dari Partai Demokrat. (nin/adv)

0 komentar:
Posting Komentar