Minggu, 28 Desember 2008

Temui Pasien Hidrocephalus, Pastikan Dapat Layanan JPS di RSU dr Soetomo Surabaya

*Mengikuti Rivo Henardus, anggota DPRD Jatim, Blusukan ke RSU dr Soetomo
Di saat para aktivis partai politik (parpol) sedang sibuk menyiapkan diri untuk pencalegan Pemilu 2009, anggota Komisi E DPRD Jatim Rivo Henardus SH MHum justru melakukan sidak ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mengetahui pelayanan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) dan jaring pengaman sosial (JPS).
Lainin Nadziroh
-----------
nin1512@yahoo.com
KEMARIN, waktu masih menunjukkan pukul 08.00. Namun, Rivo Henardus sudah mulai bersiap untuk untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSU dr Soetomo Surabaya. Itu dilakukannya sebagai komitmen sebagai anggota dewan yang membidangi masalah kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
''Kita ingin melihat seperti apa layanan yang dilakukan di RSU dr Soetomo," kata Rivo kepada wartawan, saat tiba di rumah sakit terbesar di Indonesia Timur tersebut. Dalam sidak tersebut, ternyata Rivo menemui banyak hal yang harus mendapat perhatian serius oleh gubernur Jatim terpilih nanti terhadap pelayanan kesehatan, khususnya untuk warga miskin.
Sebab, meski pelayanan RSU dr Soetomo saat ini sudah cukup bagus, namun untuk fasilitas harus ditingkatkan. “Artinya, pihak rumah sakit seharusnya tidak hanya menjual kamar untuk kelas VIP dan kelas utama saja, tapi untuk kelas tiga harus ditambah daya tampungnya,” papar politisi asal Partai Demokrat (PD) ini. Ia mencontohkan daya tampung di ruang bedah yang mestinya hanya diisi 53 pasien. Ternyata, sudah terisi lebih dari 60 pasien.
Kunjungannya tersebut, menurut Rivo, sekaligus untuk meneguhkan komitmen bahwa pasien miskin tetap harus dilayani oleh pemerintah. Jika ada masyarakat yang kurang mampu dan tidak masuk kuota jamkesmas, maka akan diupayakan pembiayaannya melalui jamkesda yang dananya diambilkan dari APBD. Apalagi baru-baru ini, peraturan daerah (perda) jamkesda sudah disahkan.
Dalam kunjungannya ke ruang IRNA Bedah G, Rivo sempat menemui bocah yang terserang hidrocephalus, Frealenza Maydi (5 bulan). Putri kedua pasangan Reynaldi P (21)-Inez Maya (21), ini dirawat di RSU karena kondisi kepalanya yang terus membesar.
Mengetahui kedua orangtuanya tak mampu untuk membiayai operasi dan perawatan medis anaknya, Rivo pun membantu untuk mendapatkan layanan dengan jaring pengaman sosial (JPS). ''Saya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang kondisi keluarga Frea ini. Karena tidak punya jamkesmas, maka akhirnya saya sarankan memakai Surat Keterangan Miskin (SKM) saja," tutur anggota dewan yang masih melajang ini.
Setelah berkoordinasi dengan Direktur RSU dr Soetomo, dr Slamet Riyadi Yuwono, Rivo pun mendapat kepastian layanan JPS untuk membantu pasien miskin tersebut. Apalagi, sebelumnya dia juga sempat mengunjungi rumah keluarga Frea di Desa Bohar, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Menurut dia, keluarga tersebut memang termasuk miskin.
Menurut Kepala Ruang IRNA Bedah G RSU dr Soetomo, Made Saderu, pihaknya akan melakukan tes terhadap cairan di kepala Frea. Ini penting dilakukan sebelum dilakukan pemasangan selang dari rongga otak ke dalam perut. Dia pun berharap Frea bisa tertolong dan hidup normal.
Kemarin, Rivo juga menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa pasien lainnya. Dia juga sempat bertanya kepada orangtua Sinta, pasien JPS anak-anak yang baru saja dioperasi karena hidrocephalus. ''Kita ingin tetap berkomitmen kalau untuk pasien miskin tidak boleh ditolak. Nah, sekarang ini kita terus berusaha mewujudkannya," kata Rivo. (*)
Teks foto: Rivo Henardus mengecek kondisi dan pelayanan terhadap Frea balita yang menderita hidrocephalus di RSU Dr Soetomo.

0 komentar: