Megawati Gencet SBY-JK Program Sembako Murah

01 December 2008
Masih segar di ingatan kita, setelah PDIP memasang iklan ”Perjuangkan Sembako Murah, Jaringan Nusantara yang merupakan pendukung SBY membuat iklan ’Mana Mungkin’.
Action PDIP dengan melaunching program ’Perjuangkan Sembako Murah’ sebagai alat kampanye calon presiden (capres) PDIP Megawati Soekarnoputri diputuskan untuk merebut kembali suara rakyat yang dulu hilang. Sekjen DPP PDIP Pramono Anung Wibowo, mengatakan Program Perjuangkan Sembako, merupakan bentuk kampanye modern dari PDIP karena bukan hanya sekedar janji-janji, tapi mencarikan solusi bagi keprihatinan masyarakat yang terhimpit persoalan ekonomi.
PDIP menilai, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK) telah gagal membuat harga sembako lebih terjangkau. Berdasarkan data statistis 2004-2008 yang dirilis BPS, kenaikan harga sembako mencapai 95 persen dan telah melampaui daya beli masyarakat.
“Masyarakat sudah tidak mampu membeli sembako lagi, lihat saja sejak 2004 sampai sekarang harga beras dan minyak goreng, terus naik berlipat-lipat. Makanya PDIP membuat program sembako murah untuk ketahanan ekonomi masyarakat,” katanya.
Sembako murah, lanjutnya, adalah isu yang paling krusial ketimbang pemberantasan korupsi dan masalah keamanan, karena harga sembako semakin tidak terjangkau masyarakat. Isu harga sembako juga mengalahkan isu-isu lainnya seperti pendidikan, kesehatan dan kesempatan kerja. “Tujuh puluh persen masyarakat ingin sembako murah, karena harga sekarang sudah tidak terjangkau lagi. Sembako murah bisa diwujudkan, jika masyarakat mempercayai Megawati sebagai Presiden yang akan datang,” kata Sekjen PDIP ini.
Di level PDIP Jawa Timur, gerakan sembako murah itu sudah berjalan dan mulai dirasakan dampaknya. Korwil Pemenangan Pemilu DPD PDIP Jatim Bambang Suhartono mengatakan, kampanye sembako murah merupakan jalan terbaik untuk rakyat. ”Bukan soal efektif atau tidak isu ini, tapi program ini sesuai kenyataan disaat harga Sembako itu mencekik rakyat,” jelas Bambang.
Menurutnya, dari realita ini PDIP berusaha membuat kebijakan jika PDIP menang dan Megawati menang maka target utama pemerintahan adalah program sembako murah. “Ini bukan janji kosong, kita pasti mewujudkan itu,” yakinnya.
Saat ini banyak sekali keluhan rakyat atas kebijakan pemerintah yang terkesan memperdaya rakyat. Karena PDIP bukan partai yang punya presiden, maka laporan dan keluhan rakyat itu tidak bisa terwujud. “Jalan satu-satunya adalah memenangkan Ibu Mega jadi presiden, baru kita bisa turunkan harga sembako,” ujar politisi kelahiran Gresik ini.
Sementara itu, wakil Sekretaris Partai Demokrat Jatim Rivo Hernadus menganggap biasa saja metode kampanye PDIP dengan mengangkat isu Sembako murah. “Program itu biasa saja, Demokrat bersama SBY sudah lama berbuat untuk memperjuangkan kebutuhan rakyat,” ujar Rivo.
Ia pun mengelak jika pemerintahan SBY gagal dalam menahan laju kenaikan harga sembako. Tapi lebih dari pengaruh dari harga pasar. Ia menilai tudingan itu bukti ketidakpuasan dari lawan politik SBY. “Ada program lain yang itu dampaknya luar biasa untuk kesejahteraan rakyat, soal sembako kita juga terus berjuang,” bela Rivo. Program itu adalah keberhasilan program pengentasan kemiskinan, jamkesmas, kredit untuk rakyat dan alokasi pendidikan 20% tidak lepas dari peran SBY. SBY dan juga partai Demokrat sebenarnya tidak hanya ingin memunculkan prestasi saja. Tapi itu adalah presentasi untuk menyadarkan masyarakat supaya tidak terpengaruh dengan statement yang dilontarkan oleh lawan-lawan politik SBY. “Demokrat juga siap menerima kekurangan yang itu wajar dalam sebuah pemerintahan,” tukasnya. sur/rko

0 komentar:
Posting Komentar