Penertiban Pekerja Asing di Jatim Tidak Tegas
detikSurabaya » News Surabaya Senin, 13/10/2008 14:55
Suramadu banyak tenaga asing/nyadok Suramadu Surabaya - Banyaknya pekerja asing bekerja di Jawa Timur tanpa izin dikarenakan sikap dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim sendiri yang tak tegas. Demikian dikatakan anggota DPRD Jatim Komisi E, Rivo Hernandus.
"Kita sudah mengultimatum disnakertrans untuk tegas memberi sanksi. Tapi selama ini sikap disnakertrans angin-anginan. Baru bergerak ketika ada moment," kata Rivo Hernandus kepada detiksurabaya.com, Senin (13/10/2008).
Menurut dia, seharusnya secara berkala disnakertrans datang ke perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing. Tapi itu tidak hampir tidak pernah dilakukan oleh disnakertrans. Kalau memang tidak sanggup, disnaker bisa membentuk tim kecil untuk melakukan pengawasan.
"Harusnya secara berkala datang ketiap perusahaan untuk mengecek apakah para pekerja asing itu izin tinggalnya masih ada atau sudah habis. Dan apakah knowledge transfer sudah terjadi antara tenaga kerja asing dengan tenaga kerja lokal," tuturnya.
Anggota Fraksi Demokrat Keadilan ini mengungkapkan hingga saat inimereka belum mendapatkan data resmi jumlah tenaga asing yang bekerja di Jawa Timur.
Komisi E kata dia sudah berulangkali meminta data tersebut pada disnakertrans namun tak membuahkan hasilnya. Disnakertrans dan imigrasi tambah dia harusnya bisa bekerjasama untuk menertibkan para pekerja asing ilegal ini.
"Kita belum tahu jumlahnya berapa. Dalam sidak yang kita lakukan dibeberapa hiburan di Surabaya banyak pekerja asing. Tapi tidak ada sanksi jelas makanya tetap banyak yang datang ke Indonesia," tandasnya.
Dalam waktu dekat ini mereka berencana memanggil Disnakertrans mengenaibanyaknya pekerja asing yang ilegal. Saat ini ada 5.784 orang dan sebagian besar diduga berstatus ilegal karena tidak mengantongi IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing).
Saat ini Disnakertrans Jatim tengah menyelidiki sejumlah proyek yang ditengarai melibatkan banyak tenaga asing. Diantaranya yang dibidik adalah proyek migas Blok Cepu Bojonegoro yang dikelola Mobile Cepu Ltd-ExxonMobil, PLTU Pacitan, PLTU Tanjung Awar-Awar Tuban dan Proyek Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) serta yang lainnya.(gik/gik)
"Kita sudah mengultimatum disnakertrans untuk tegas memberi sanksi. Tapi selama ini sikap disnakertrans angin-anginan. Baru bergerak ketika ada moment," kata Rivo Hernandus kepada detiksurabaya.com, Senin (13/10/2008).
Menurut dia, seharusnya secara berkala disnakertrans datang ke perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing. Tapi itu tidak hampir tidak pernah dilakukan oleh disnakertrans. Kalau memang tidak sanggup, disnaker bisa membentuk tim kecil untuk melakukan pengawasan.
"Harusnya secara berkala datang ketiap perusahaan untuk mengecek apakah para pekerja asing itu izin tinggalnya masih ada atau sudah habis. Dan apakah knowledge transfer sudah terjadi antara tenaga kerja asing dengan tenaga kerja lokal," tuturnya.
Anggota Fraksi Demokrat Keadilan ini mengungkapkan hingga saat inimereka belum mendapatkan data resmi jumlah tenaga asing yang bekerja di Jawa Timur.
Komisi E kata dia sudah berulangkali meminta data tersebut pada disnakertrans namun tak membuahkan hasilnya. Disnakertrans dan imigrasi tambah dia harusnya bisa bekerjasama untuk menertibkan para pekerja asing ilegal ini.
"Kita belum tahu jumlahnya berapa. Dalam sidak yang kita lakukan dibeberapa hiburan di Surabaya banyak pekerja asing. Tapi tidak ada sanksi jelas makanya tetap banyak yang datang ke Indonesia," tandasnya.
Dalam waktu dekat ini mereka berencana memanggil Disnakertrans mengenaibanyaknya pekerja asing yang ilegal. Saat ini ada 5.784 orang dan sebagian besar diduga berstatus ilegal karena tidak mengantongi IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing).
Saat ini Disnakertrans Jatim tengah menyelidiki sejumlah proyek yang ditengarai melibatkan banyak tenaga asing. Diantaranya yang dibidik adalah proyek migas Blok Cepu Bojonegoro yang dikelola Mobile Cepu Ltd-ExxonMobil, PLTU Pacitan, PLTU Tanjung Awar-Awar Tuban dan Proyek Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) serta yang lainnya.(gik/gik)
Teks foto: Pengerjaan proyek jembatan Surabaya-Madura.


0 komentar:
Posting Komentar