Sekolah Unggulan di Kecamatan,Kurangi Penumpukan Siswa di Tengah
Juli 2006 13:26:04
Penunjukan sekolah unggulan ini pastinya harus diikuti dengan perbaikan sarana dan fasilitas agar setara dengan sekolah unggulan di tengah kota. ”Faktanya fasilitas pendidikan yang ada di sekolah pinggiran kota jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sekolah yang ada ditengah kota,” kata Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rivo Hendardus, saat ditemui dikantornya Jl Indrapura Surabaya, Selasa (11/7).“Dinas pendidikan tidak perlu membentuk sekolah baru, tetapi hanya melakukan perbaikan fasilitas sekolah yang mendekati standard sekolah unggulan,” katanya menegaskan. “Saya yakin masyarakat masih terstigma bahwa sekolah yang berkualitas adalah yang ada ditengah kota,” ujar Rivo menambahkan.Dengan adanya penyebaran sekolah unggulan dipinggiran kota akan mengurangi penumpukan pendaftaran di salah satu sekolah unggulan. “Saat ini aturan yang dibuat Dinas Pendidikan Surabaya untuk mengatasi penumpukan pendaftaran siswa, perlu sosialisasi yang lebih baik karena banyak masyarakat yang tidak mengetahui,” kata Rivo.Saat ini, peraturan tentang pengurangan penumpukan pendaftar terkesan tidak jelas. “Walaupun kebijakan ini sudah digembar-gemborkan, tetapi faktanya penumpukan pendaftaran masih terlihat di sekolah tengah kota. Orang akan berpikir dua kali untuk daftar di sekolah pinggiran jika mempunyi nilai bagus, mereka khawatir tidak mendapatkan fasilitas bagus seperti sekolah di tengah kota,“ ujar Rivo. Menanggapi penumpukan pendaftaran siswa baru disekolah favorit yang letaknya ditengah kota, Komisi E DPRD Jatim ikut prihatin karena hal ini menandakan Dinas Pendidikan Kota Surabaya sangat lemah dalam melakukan proses sosialisasi kebijakan baru. “Ini hanya saran, kita tidak ingin nantinya timbul masalah, pengaduannya mengarah ke propinsi, padahal hal ini kebijakan dari kabupaten/kota,” kata Rivo. *(icl)
Penunjukan sekolah unggulan ini pastinya harus diikuti dengan perbaikan sarana dan fasilitas agar setara dengan sekolah unggulan di tengah kota. ”Faktanya fasilitas pendidikan yang ada di sekolah pinggiran kota jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sekolah yang ada ditengah kota,” kata Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rivo Hendardus, saat ditemui dikantornya Jl Indrapura Surabaya, Selasa (11/7).“Dinas pendidikan tidak perlu membentuk sekolah baru, tetapi hanya melakukan perbaikan fasilitas sekolah yang mendekati standard sekolah unggulan,” katanya menegaskan. “Saya yakin masyarakat masih terstigma bahwa sekolah yang berkualitas adalah yang ada ditengah kota,” ujar Rivo menambahkan.Dengan adanya penyebaran sekolah unggulan dipinggiran kota akan mengurangi penumpukan pendaftaran di salah satu sekolah unggulan. “Saat ini aturan yang dibuat Dinas Pendidikan Surabaya untuk mengatasi penumpukan pendaftaran siswa, perlu sosialisasi yang lebih baik karena banyak masyarakat yang tidak mengetahui,” kata Rivo.Saat ini, peraturan tentang pengurangan penumpukan pendaftar terkesan tidak jelas. “Walaupun kebijakan ini sudah digembar-gemborkan, tetapi faktanya penumpukan pendaftaran masih terlihat di sekolah tengah kota. Orang akan berpikir dua kali untuk daftar di sekolah pinggiran jika mempunyi nilai bagus, mereka khawatir tidak mendapatkan fasilitas bagus seperti sekolah di tengah kota,“ ujar Rivo. Menanggapi penumpukan pendaftaran siswa baru disekolah favorit yang letaknya ditengah kota, Komisi E DPRD Jatim ikut prihatin karena hal ini menandakan Dinas Pendidikan Kota Surabaya sangat lemah dalam melakukan proses sosialisasi kebijakan baru. “Ini hanya saran, kita tidak ingin nantinya timbul masalah, pengaduannya mengarah ke propinsi, padahal hal ini kebijakan dari kabupaten/kota,” kata Rivo. *(icl)
teks foto: Inilah potret pendidikan kita, tergambar dalam film fenomena LASKAR PELANGI


0 komentar:
Posting Komentar